Jakarta, Pilarrakyatindonesia.news - Pemerintah terus memperkuat langkah menuju swasembada pangan, termasuk pada komoditas kedelai yang selama ini masih bergantung pada pasokan luar negeri. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai perlindungan terhadap petani lokal harus dimulai dari kepastian harga jual yang layak.
Dalam agenda panen raya kedelai di Nganjuk, Jawa Timur, Amran menekankan pentingnya menciptakan harga yang mampu memberikan keuntungan bagi petani agar semangat menanam kedelai kembali meningkat. Menurutnya, apabila harga di tingkat petani terlalu rendah, maka produktivitas dalam negeri sulit berkembang dan ketergantungan impor akan terus terjadi.
Pemerintah, kata dia, tengah menyiapkan formulasi agar penyerapan hasil panen kedelai lokal berjalan lebih optimal. Peran lembaga pangan nasional juga akan diperkuat untuk menyerap produksi petani sehingga harga di pasar tetap stabil dan tidak merugikan pelaku usaha tani.
Di sisi lain, Amran menilai kualitas kedelai lokal memiliki potensi besar untuk bersaing dengan produk impor. Ia menyebut hasil panen dari sejumlah daerah, termasuk Nganjuk, menunjukkan mutu yang baik dan ukuran biji yang kompetitif untuk memenuhi kebutuhan industri pangan nasional.
Meski memiliki kualitas yang menjanjikan, tantangan terbesar menurutnya terletak pada tata niaga dan pola distribusi yang belum sepenuhnya mendukung petani dalam negeri. Karena itu, pemerintah berkomitmen memperbaiki ekosistem pertanian agar komoditas lokal memperoleh ruang lebih besar di pasar nasional.
Selain penguatan harga, pemerintah juga berencana memperluas penggunaan bibit unggul guna meningkatkan produktivitas. Program tersebut nantinya akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan unsur TNI, agar pengembangan kedelai dapat berjalan lebih cepat dan merata.
Upaya ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mengurangi impor sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi kedelai dalam negeri.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tulis Komentar